Selasa, 21 April 2020

EKONOMETRIKA


ANALISIS KINERJA KEUANGAN SEBELUM DAN SETELAH TERDAMPAK COVID 19 TERHADAP HARGA SAHAM 
(STUDI KASUS PADA PERUSAHAAN PENERBANGAN YANG TERDAFTAR DI BEI)
Tugas Ekonometrika
Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mata Kuliah Pada Fakultas Ekonomi Manajemen
Dosen Pengampu :   Dr. Supawi Pawenang, MM

DISUSUN OLEH
Nama               : Camelia Hariyani
Nim                 : 2017020125
Kelas/Smt        : A3 Manajemen

FAKULTAS EKONOMI
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
UNIVERSITAS ISLAM BATIK SURAKARTA
TAHUN AKADEMIK 2020 / 2021



Sistematika Penulisan Rancangan Penelitian Ekonometrika

·         Obyek yang akan diteliti :
Keuangan pada perusahaan penerbangan yang terdaftar di BEI
·         Tema Penelitian :
Analisis Kinerja Keuangan Sebelum Dan Setelah Terdampak Covid 19 Terhadap Harga Saham (Studi Kasus Pada Perusahaan Penerbangan Yang Terdaftar Di BEI)
·         Variabel Penelitian :
Dalam rancangan penelitian ini akan menggunakan rasio kinerja keuangan Likuiditas, Solvabilitas dan Profitabilitas dimana rasio Likuiditas menggunakan Current Ratio, Solvabilitas menggunakan Debt Equity Ratio sedangkan untuk Profitabilitas menggunakan Return On Assets dan Return On Equity.
Adapun variable dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
o   Variabel X (Independent / Bebas)
X1       : Current Assets (CR)
X2       : Debt Equity Ratio (DER)
X3       : Return On Assets (ROA)
X4       : Return On Equity (ROE)
o   Variabel Y (Dependent / Terikat )
Y         : Harga Saham
·         Model Regresi Linier Berganda :
o   Model Matematis
Y = a + b1x1+b2x2+b3x3+b4x4+e
Y = a + b1CR+b2DER+b3ROA+b4ROE+e
Y  = Variabel Dependent (Harga Saham)
a   = Konstanta
b1,b2,b3,b4    = Koefisien garis Regresi
X1,X2,X3,X4 = Variabel Independent (CR, DER, ROA, ROE)
e = error / Variabel Pengganggu

o   Model Grafis

·         Sumber dan Jenis data Variabel :
o   Sumber data pada penelitian ini adalah data sekunder yang berasal dari Bursa Efek Indonesia dimana akan mengambil data laporan keuangan dari tahun 2018-2020 yang mana tahun tersebut dan digunakan untuk mengetahui perbandingan harga saham sebelum dan setelah terdampak covid 19.
o   Jenis data dalam penelitian ini adalah jenis data kuantitatif, sedangkan untuk jenis variabelnya menggunakan jenis variabel rasio dimana penelitian ini menyatakan rasio atau perbandingan harga saham yang ditinjau dari kinerja keuangan perusahaan sebelum dan setelah terdampak Covid 19.
·         Menarik data masing – masing variabel
Penarikan data masing -masing variabel penelitian ini adalah menggunakan Teknik dokumentasi dimana mendapatkan datanya melalui Bursa Efek Indonesia. Sedangkan untuk penarikan sampel menggunakan purposive sampling dimana mengambil laporan keuangan sesuai kriteria yang telah ditentukan.





Sabtu, 04 Januari 2020

EKONOMI MANAJERIAL



Nama            : Camelia Hariyani
Nim              : 2017020125
Kelas            : A3 Manajemen / V
Mata Kuliah : Ekonomi Manajerial
Dosen           : Dr. Supawi Pawenang, MM

PERILAKU KONSUMEN
(CONSUMER BEHAVIOR)

Ruang Lingkup :

Pengertian  
Perilaku Konsumen berasal dari dua kalimat yaitu, perilaku dan konsumen. Adapun pengertiannya adalah sebagai berikut :
  • Perilaku adalah serangkaian tindakan yang dibuat oleh individu, organisme, sistem, atau entitas buatan dalam hubungannya dengan dirinya sendiri atau lingkungannya
  •  Konsumen adalah seseorang yang memakai barangay ataupun jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan sendiri , keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.
  •  Perilaku Konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen
Adapun faktor- faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen menurut (Kotler, 2000) adalah sebagai berikut :
  • Faktor Kebudayaan

Budaya, sub-budaya, dan kelas sosial sangat penting bagi perilaku pembelian. Budaya merupakan penentu keinginan dan perilaku paling dasar. Masing-masing budaya terdiri dari sejumlah sub-budaya yang lebih menampakkan identifikasi dan sosialisasi khusus bagi para anggotanya. Sub-budaya mencakup kebangsaan, agama, kelompok ras, dan wilayah geografis. Pada dasarnya, semua masyarakat manusia memiliki stratifikasi sosial. Stratifikasi lebih sering ditemukan dalam bentuk kelas sosial, pembagian masyarakat yang relatif homogen dan permanen, yang tersusun secara hirarkis dan yang para anggotanya menganut nilai, minat, dan perilaku serupa.
Kelas sosial memiliki beberapa ciri. Pertama, orang-orang didalam kelas sosial yang sama cenderung berperilaku lebih seragam daripada orang-orang dari dua kelas sosial yang berbeda. Kedua, orang merasa dirinya menempati posisi inferior atau superior dikelas sosial mereka. Ketiga, kelas sosial ditandai oleh sekumpulan variabel-seperti pekerjaan, penghasilan, kesejahteraan, pendidikan, dan orientasi nilai-bukannya satu variabel. Keempat, individu dapat pindah dari satu tangga ke tangga lain pada kelas sosialnya selama masa hidup mereka. Besarnya mobilitas itu berbeda-beda, tergantung pada seberapa kaku stratifikasi sosial dalam masyarakat tertentu.
  •       Faktor Sosial

Perilaku konsumen dipengaruhi oleh faktor-faktor sosial, seperti kelompok acuan, keluarga, serta peran dan status sosial. Kelompok acuan membuat seseorang menjalani perilaku dan gaya hidup baru dan memengaruhi perilaku serta konsep pribadi seseorang, kelompok acuan menuntut orang untuk mengikuti kebiasaan kelompok sehingga dapat mempengaruhi pilihan seseorang akan produk dan merek aktual. Keluarga orientasi terdiri dari orang tua dan saudara kandung seseorang. Dari orang tua seseorang mendapatkan orientasi atas agama, politik, dan ekonomi serta ambisi, pribadi, harga diri dan cinta. Kedudukan orang itu dimasing-masing kelompok dapat ditentukan berdasarkan peran dan statusnya. Peran meliputi kegiatan yang diharapkan akan dilakukan oleh seseorang. Masing-masing peran menghasilkan status.
  •  Faktor Pribadi


Keputusan pembeli juga dipengaruhi oleh karakteristik pribadi. Karakteristik tersebut meliputi usia dan tahap dalam siklus hidup, pekerjaan, keadaan ekonomi, kepribadian dan konsep diri, serta nilai dan gaya hidup pembeli.
  • Faktor Psikologis

Satu perangkat proses psikologis berkombinasi dengan karakteristik konsumen tertentu untuk menghasilkan proses keputusan dan keputusan pembelian. Empat proses psikologis penting-motivasi, persepsi, pembelajaran, dan memori-secara fundamental mempengaruhi tanggapan konsumen terhadap berbagai rangsangan pemasaran.




Perubahan dalam Perilaku Konsumen
Peubahan – perubahan yang terjadi dalam perilaku konsumen adalah sebagai berikut :
  •    Perubahan Sosial

          Perubahan Sosial dalam masyarakat sangat mempengaruhi perilaku, baik konsumen maupun                produsen.
  •  Perubahan pada Konsumen

          Pada era digital ini, konsumen semakin menuntut barang-barang berkualitas tinggi dengan                   pelayanan yang cepat serta dengan harga yang memadai.
  •    Perubahan pada Produsen

          Perubahan Produsen lebih cenderung kepada customer oriented tidak lagi sebatas pada                         producer oriented.
Faktor – Faktor Penyebab Perubahan
Berikut adalah faktor – faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan :
  •  Teknologi Transportasi
  • Teknologi Telekomunikasi
  • Teknologi Komputer dan Informatika
  • Tingkat Pendidikan
  • Kesadaran akan hak dan kewajiban
  • Kesadaran Hukum
Perilaku Pembelian
  •  Pembelian menurut kebiasaan
  • Pembelian yang mencari variasi
  • Pembelian yang mengurangi ketidaksesuaian (disonansi)
  • Pembelian kompleks

Keputusan Pembelian Konsumen
Menurut Kotler (1997) ada beberapa tahap dalam mengambil suatu keputusan untuk melakukan pembelian, anatara lain:
  1.      Pengenalan Masalah merupakan faktor terpenting dalam melakukan proses pembelian, dimana pembeli akan mengenali suatu masalah atau kebutuhan.
  2.          Pencarian informasi seorang selalu mempunyai minat atau dorongan untuk mencari informasi.  Apabila dorongan tersebut kuat dan obyek yang dapat memuaskan kebutuhan itu tersedia maka konsumen akan bersedia untuk membelinya.
  3.       Evaluasi Alternatif konsumen akan mempunyai pilihan yang tepat dan membuat pilihan        alternatif secara teliti terhadap produk yang akan dibelinya. 
Pasar
Pasar merupakan salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur tempat usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang.
Karakteristik Pasar
  • Dominan
  • Light Opposition
  • Pure Competitive
  • Winning Competition
Penentu Karakteristik Pasar
Adapun penentu pada karakteristik pasar adalah sebagai berikut :
  • Tingkat keseimbangan supply dan demand
  • Tingkat elastisitas konsumen terhadap harga

-          Konsumen yang elastis terhadap harga cenderung ada pada pasar persaingan sempurna
-          Konsumen yang tidak elastis terhadap harga cenderung ada pada pasar monopolistik
Mengidentifikasi Pasar
Terdapat 3 elemen yang perlu di indentifikasi antara lain yaitu :
  •          Daya Beli
  •       Permintaan
  •           Karakteristik Produk

Cara mengidentifikasi pasar
Adaapun cara yang dilakukan untuk mengidentifikasi pasar adalah sebagai berikut :
  • Segmentasi


          Segmentasi adalah upaya pemilahan atau pemetaan bagian pasar untuk dicari pasar yang                      sesuai  dengan karakter bisnisnya. Melakukan pemetaan pasar berdasarkan demografi,                          geografi,  historiografi,dll
  • Targeting


         Targeting adalah upaya untuk memilih pasar yang sesuai dengan karakter bisnisnya atau upaya            yang dilakukan untuk menentukan target pasar atau pasar yang dituju
  •     Positioning

            Upaya memilih pasar tertentu untuk menentukan karakter bisnisnya

Sumber Referensi : Dr. Supawi Pawenang, MM


Selasa, 05 November 2019

EKONOMI MANAJERIAL

1)      Pengertian Ekonomi Manajerial 
Ekonomi manajerial adalah cabang ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan                     penerapan  prinsip- prinsip metodologi ekonomi dalam proses pengambilan keputusan perusahaan atau organisasi (Evan J Douglas, 1995)

Menurut Dominic Salvatore (1996), Ekonomi manajerial adalah pengetahuan yang  menunjukan adannya aplikasi teori ekonomi dan analisis pengetahuan pengambilan keputusan yang menelaah bagaimana organisasi dapat mencapai tujuan secara efisien.

2)      Ruang Lingkup Ekonomi Manajerial dalam Ilmu Ekonomi :
Ø  Ekonomi Mikro
Yaitu cabang ilmu ekonomi yang mempelajari tentang perilaku konsumen dan perusahaan serta penentuan harga-harga pasar dan kuantitas faktor input, barang dan jasa yang diperjualbelikan.
Ø  Ekonomi Makro
                                                Yaitu studi tentang ilmu ekonomi secara keseluruhan.

Y = C + I + G + (X-M)
                                   

Y         = Yield
C         = Consumption
I           = Investment
G         = Government
X         = Ekspor
M         = Impor

3)      Tujuan Ekonomi Manajerial

v  Tujuan khusus :
a.       Efektifitas dan Efisiensi
b.      Pengaturan dan Strategi
c.       Penyeimbangan Supply
d.      Peningkatan Penjualan
v  Tujuan umum dari ekonomi manajerial adalah memperoleh laba 

4)      Pembahasan pada Ekonomi Manajerial :

1)      Teori Produksi 
    Teori yang menjelaskan hubungan antara tingkat produksi dengan jumlah faktor-faktor produksi dan hasil penjualan outputnya. sedangkan produksi adalah usaha untuk  menciptakan dan meningkatkan kegunaan suatu barang untuk memenuhi kebutuhan.
2)      Teori Konsumsi
Teori konsumsi menurut Fisher adalah pertimbangan yang dilakukan seseorang untuk melakukan konsumsi berdasarkan kondisi pada saat ini dan kondisi pada saat yang akan datang. Dimana kedua  kondisi tersebut akan menentukan jumlah berapa banyak pendapatan yang akan ditabung, serta berapa banyak pendapatan yang akan dikeluarkan atau dihabiskan untuk keperluan konsumsi.
3)      Estimasi Pasar
 adalah perkiraan seberapa besar bagian pasar yang akan diambil alih oleh suatu perusahaan dimasa depan, atau perkiraan persentase nilai penjualan suatu perusahaan jika dibandingkan dengan total penjualan para pesaing-pesaingnya pada kurun waktu tertentu (William J.S : 1984)
4)      Teori Laba
Teori yang menjelaskan bagaimana cara memperoleh laba. Adapun macam-macam teori laba adalah : 


a.       Teori Laba Menanggung Resiko (Risk- Bearing Theory Of profit). Menurut Teori ini, keuntungan ekonomi diatas  normall akan doperoleh perusahaan dengan resiko diatas rata-rata. 
b.      Teori  Laba Frisional (frictional Theory Of Profit). Teori ini menekankan bahwa keuntungan menigkat sebagai suatu hasil ari friksi keseimbangan jagka panjang (long run equilibrium).
c.       Teori Laba Monopoli (Monopoly Theory Of Profits). Teori ini mengatakan bahwa beberapa perusahaan dengan kekuatan monopoli dap[at membatasi output dan menekankan harga ang lebih tinggi daripada bila perusahaan beroperasi dalam kondisi persaingan sempurna.
5)      Laba 
 Menurut Suwardjono (2008) dikatakan bahwa : “Laba dimaknai sebagai imbalan atas upaya perusahaan menghasilkan barang dan jasa. Ini berarti laba merupakan kelebihan pendapatan diatas     biaya (biaya total yang melekat dalam kegiatan produksi dan penyerahan barang/jasa)”.

                         Rumus dalam menghitung laba yaitu :

   Total Pendapatan - Total Biaya 
6)      Karakteristik Laba :
·         Laba merupakan tujuan utama dari perusahaan
·         Laba merupakan sarana dalam menciptakan kesejahteraan bagi pihak-pihak yang terkait di dalam suatu perusahaan, antara lain :
-          Karyawan berupa kesejahteraan, pengatahuan, keterampilan
-          Negara berupa perolehan pajak dari perusahaan yang membayarkan pajaknya
-          Investor berupa devideden
-           Masyarakat berupa Corporate Social Responsibility 
·         Laba menentukan multiplier effect pembangunan 

7)      Peranan Laba antara lain  :
a)      Laba sebagai sumber pembiayaan, seperti : 
-          Peningkatan kualitas
-          Perluasan produk
-          Perluasan pasar
-          Pembiayaan lainnya
b)      Laba sebagai ukuran pembayaran pajak
c)      Laba sebagai ukuran untuk membagi hasil usaha
d)      Laba merupakan cerminan dari kesehatan suatu perusahaan
e)      Laba sebagai sumber pembiayaan kesejahteraan
f)       Laba sebagai sumber pembiayaan kepedulian perusahaan terhadap masyarakat dan lingkungannya.

Sumber Referensi :
Dr. Supawi Pawenang, MM Modul Pembelajaran Ekonomi Manajerial